Pelecehan Sejarah Dan Tarjih Muhammadiyah Oleh Warga NU (Zon Jonggol), Aswaja Sarkub


Ini Sarkub atau
yang lebih dikenal dengan Istilah Sarjana Kuburan sudah benar benar
menebarkan bibit Permusuhan kepada sesama umat Islam. Ini terbukti
dengan tulisan tulisan Zon Jonggol yang diarahkan ke Muhammadiyah
sebagai tujuan dan sasaran pelecehan. Zon Jonggol adalah seorang
Jurnalis andalan Sarkub yang sekedar tahu Muhammadiyah, tetapi kemudian
melakukan propagandan dan provokasi, dengan tulisan tulisan yang sengaja
memancing kemarahan “Muhammadiyah”. Zon Jonggol dipelihara oleh Aswaja
dan Sarkub dengan tulisan tulisannya yang dengan sengaja menumpahkan
kekesalannya terhadap umat lain selain NU. Pertama menulis artikel
tentang “Sejarah Muhammadiyah Yang Terlupakan” . Kandungan opini Zon
Jonggol ini seolah benar benar menguasai sejarah Muhammadiyah, padahal
hanya sekedar tahu saja, bahkan menuduh orang orang sesudah KH. Ahmad
Dahlan melakukan kudeta terhadap persyarikatan Muhammadiyah. Yang dapat
di ungkap dalam hal ini.

  1. Zon Jonggol dengan terang terangan menuduh para pelanjut Muhammadiyah telah melakukan kudeta
    terhadap pemikiran KH. Ahmad Dahlan. Padahal perobahan Dalam
    Muhammadiyah Memang suatu keharusan yang harus terjadi, oleh sebab
    Muhammadiyah adalah persyarikatan, bukan per-orangan. Tentu KH. Ahmad
    Dahlan atau Darwis sangat maklum hingga hari kiamat dengan perobahan
    perobahan ormas Muhammadiyah. Hal itu juga karena menjadi harapan KH.
    Ahmad Dahlan , muhammadiyah sebagai ormas Tajdid.

    Muhammadiyah
    Muhammadiyah (Photo credit: Wikipedia)
  2. Zon Jonggol sengaja melupakan sejarah, bagaimana bentuk felterisasi Aswaja yang sebelum ada NU berusaha dengan SI, untuk menghancurkan Muhammadiyah, berkali kali warga Aswaja dengan perintah para kyai melakukan percobaan
    pembunuhan terhadap KH. Ahmad Dahlan. Ini meng-indikasikan memang ada
    tujuan terselubung dari penulis Zon Jonggol, agar sebagai warga
    Muhammadiyah untuk saling menyalahkan, seolah warga Muhammadiyah adalah
    NU yang gampang di fitnah dengan fitnah kacangan .
  3. Zon Jonggol  (Jengkol) tidak tahu kalau Muhammadiyah wadah gerakan yang memang sejak awal menggariskan jalan Muhammadiyah diatas Al-Quran dan Sunah, itu dilontarkan KH. Ahmad Dahlan sejak berdirinya, agar umat Islam kembali kepada Al-Quran dan Sunah. Jadi kalau terjadi perobahan sejarah selama itu memenuhi tajdid Muhammadiyah sudah memang seharusnya berobah, bukan karena kudeta atau hal hal lain yang tidak terlintas dalam pemikiran Muhammadiyah.
  4. Zon Jonggol menempatkan KH. Ahmad Dahlan sebagaiorang yang dirampok oleh generasi pelanjutnya, padahal secara nyata KH, Ahmad Dahlan justru menyuruh generasi mendatang untuk lebih kuat mengikuti arahannya, menegakkan Quran dan sunah. Dalam pernyataan beliau
    dijaman hidupnya terarah kepada umatnya untuk selalu belajar, agara bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Itulah sebabnya Muhammadiyah tidak terpasung sebagaimana di NU , karena memang NU ormas yang memasung umatnya dengan sekedar taqlid belaka, Tentu sangatlah jauh dengan Muhammadiyah yang menempatkan umatnya agar menuntut ilmu dan belajar hingga benar benar terwujud ajaran Islam yang murni. Sedang di NU kebalikannya, memaksa umat berpikir kampungan dg budaya budaya agama
    lamanya, sbelum Islam.
  5. Zon Jonggol menyamakan Muhammadiyah dan
    NU yang monarkhi kekyaian, sehingga dalam pandangan Zon, Muhammadiyah
    membangkang kyainya, jelas pikiran sesat Zon Jonggol mau merusak
    Muhammadiyah dengan gaya NU yang kepriyaian. Muhammadiyah bukan ormas
    statis, tetapi dinamis yang disarka pada pembaharuan. Justru dengan
    mempertahakan hadist hadist sebagai hujjah Muhammadiyah itu merupakan
    penghargaan tertinggi kepada ulama ulama Mazhab manapun, sekalipun
    Muhammdiyah tidak bermazhab. Pada intinya Muhammadiyah bukan ormas
    tempat berlindung mereka yang picik dan taqlid pemahamannya, tetapi
    Muhammadiyah ormas yang memberikan kreatis kepada seluruh aggotanya
    untuk memberikan masukan kepada Muhammadiyah. Jadi bukan tempatnya
    kyainya Zon Jonggol yang sekedar memasung umat menurut paham paham yang
    tidak jelas.
  6. Gerakan Muhammadiyah adalah gerakan islam, yang
    selalu bergerak sesuai dengan cita cita Quran dan Sunah, bukan kompilasi
    fiqih buatan Zon Jonggol dan kawan kawan yang merekayasa ahlussunah
    dengan atas nama Ulama, padahal merusak kedudukan ulama ulam yang
    dijadikan sandaran. Sedangkan Muhammadiyah jika mengatakan tidak
    bermazhab, karena menggunakan sumbernya yang juga dipakai para imam imam
    Mazhab, terlebih imam imam Mazhab tidak mengikat dan tidak pernah
    menuntut pengikutnya untuk mengikutinya. Tidak pernah ada keterangan
    dari Quran dan sunah kalau tidak mengikuti mazhab adalah sesat. tetapi
    yang keterangan kalau melawan Quran dan Sunah dengan pendapat pendapat
    itulah yang sesat. Bila Muhammadiyah dikatakan tidak bermazhab, itu juga
    sejalan dengan keinginan dan cita cita imam imam mazhab yang menolak
    para pengikutnya yang tidak mengenal sumbernya para imam berpendapat. (https://www.facebook.com/notes/zulkarnain-elmadury/haramnya-bermazhab-kepada-imam-empat-menurut-empat-imam/473677312666961)Dalam
    Masalah Tarjih yang menyebutkan bahwa sistim Tarjih itu membangkan
    ulama ulama masa lalu dan keluar dari kebiasaan KH. Ahmad Dahlan, Karena
    tarjih bukan kompilasi fiqi bahtsul masail, yang lebih pada pendapat
    dan ke pendapat. Himpunan putusan Tarjih dan Fatwa fatwa Tarjih
    berangkat dari kemampuan dan kemahiran kalangan tokoh tokoh
    Muhammadiyah. Bahkan mengundang orang luar untuk ikut membicarakan
    Tarjih dalam pengambilan keputusan keputusannya, bahkan mengundang pakar
    pakar dari luar guna mendapat keputusan yang benar, tanpa berupa fiqi
    yang meluas, cukup sesuai dengan teks teks hadist yang dijadikan hujja
    tarjih, itupun memang berdasarkan hadist hadist pilihan. Bakun
    sebagaimana pikiran zon Jonggol yang tumpul otaknya yang seolah benar
    tulisan, dengan pandangan karat yang tertuang dalam tulisannya :http://mutiarazuhud.wordpress.com/2012/11/12/majelis-tarjih/…Kalau
    dibaca jelas, sebuah oretan tangan orang bodoh yang sok tahu
    muhammadiyah, bahkan mencoba membuat huru hara dalam Muhammadiyah,
    seolah Muhammadiyah gampang terhasut sebagaimana di NU yang membudayakan
    sikap kekerasan terhadap kelompok lain. Dalam hal ini justru membrikan
    gambaran sebagai berikut

    • Zon Jonggol mau menyamakan antara
      Muhammadiyah dan NU sebagai satu kekuatan, padahal sudah dari awal
      dinyatakan oleh KYai Hj  Ahmad dahlan, kalau Muhammadiyah berlandaskan
      Quran dan Sunah. Tidak menganut pendapat mazhab manapun tetapi
      menghargai mazhab. Karena muhammadiyah memandang, sumbernya para imam
      itulah yang wajib  diikuti, bukan mengikuti hasil olah pikiran imam
      selama tidak terdukung oleh keduanya , Quran dan Sunah.
    • Bila
      tidak ada Qunut dalam generasi sesudah Kyai haji Ahmad dahlan, itupun
      karena tidak lepas dari tuntutan Kyai haji ahmad dahlan untuk
      tidkterbelenggu dengan masanya, tetapi harus ada perkembangan yang lebih
      baik di Muhammadiyah. Karena para ulam di Muhammadiyah tidak
      menempatkan paradigma fiqih dan rana fiqih, tetapi pada paradigma Quran
      da Sunah berdasarkan ketelitian hadist hadisrnya. Tidak menjadikan hujja
      seseorang yang mengamalkan ibadah, sekalipun tokoh, selama terbukti
      yang digunakan itu adalah hadist shahi, ini sejalan dengan pikiran imam
      imam Mazhab yang tidak menykai pengikutnya melakukan bid’ah bid’ah
      sesudahnya dengan menyandarkan diri kepadanya.
    • Dalam
      pandangan Zon Jonggol tersebut membuktikan bahwa di seorang yang
      terbelenggu pemikirannya dengan kyai kyai aswaja, yang membimbingnya
      untuk membenci wahabi, dan sekarang juga Muhammadiyah. Sebuah penyakit
      lama NU, ketika masa kapanye partainya menyerang lawan politiknya dari
      masumi, atau ketika NU masih Islam tradisional dijaman sebelum
      berdirinya NU yang dengan Mudah menyamakan Muhammadiyah dengan agama
      diluar Isslam. Zon Jonggol hanya sebuah pigura dari pemikiran NU yang
      kolot dan stati, kini terbukti hanya bisa mendompling nama NU guna
      menghujat Muhammadiya, atau mendompling dalam kekautan Sarkub yang
      memang diarahkan untuk menghancurkan kelompok lain.
    • Pengertian
      ulama contohnya sangat parsial sekali, seolah yang dimaksud ulama itu
      hanya tumpukan fiqih, bukan mereka yang hafal Quran dan Sunah, atau
      sekedar orang mentafshil berbagai bentuk ‘i’rab arab , itu yang disebut
      mengerti agama, padahal tidak sedikit kalangan ahli bahasa arab dunegara
      Arab , ahli bahasa arab tetapi sangat bodoh agama, sebagaimna penulis
      penulis alkitab (taurat dan Injil) berbahasa arab, mereka itu ahli
      nahwu, tetapi untuk berbicara agama islam ya sulitlah. Jadi kalau kata
      “Ulama ” itu hanya disandarkan pada kekolotan berpikir dan parsialisme,
      itu justru meng- kebiri pengertian “ulama” itu sendiri. Gak tahu kalau
      yang dimaksud Zon Jonggol adalah “Ulama fajir” dan abidul jahil, mungkin
      di aswaja tempatnya, disebut fajir karena senang dengan praktek bid’ah.
    • Zon
      Jonggol juga menggambarkan, seolah Muhammadiyah harus sentralistik
      seperti KH, Ahmad Dahlan, yang dulu berqunut dn misalnya taraweh 23,
      sehingga disinilah letaknya kekeliruan besar Zon Jonggol, karena Kyai
      patokannya, bukan Quran dan Sunah. Sedangkan hadist yang dikutip
      Muhammadiyah itu sebagai ralat terhadap kesalahan KH Ahmad dahlan masa
      lalu, bukan kudeta. Karena pakar pakar ilmu hadist di Muhammadiyah itu
      tidak sedikit, bukan pakar kitab fiqih model NU tentunya yang hanya
      mengarahkan NU sesaui penuh dan sentralistik KH Hasyim Asy’ary,
      Muhammadiyah tidak pernah memasung umatnya, bahkan bisa membatah Tarjih
      Muhammadiyah bila terbukti Tarjih Muhammadiyah lemah argumentasina. jadi
      salah alamat bila Zon Jonggol menempatkan Muhammadiyah harus sama
      dengan NU, itu konyol namanya.Jadi sekarang ternyata memang NU
      mengerahkan anak buahnya guna merusak ormas lain yang tidak sejalan
      dengan NU, makanya Zon Jonggol ambisi merusak Muhammadiyah dengan
      tulisan tulisannya, jadi memang itulah usaha NU untuk merusak
      Muhammadiyah, menyuruh anak asuhnya Zon Jonggol melakukan serangan
      berupa tulisan janggal dan tidak jelas, saya akan berdiri sebagai
      penentang Zon Jonggol sebagai lawan selamanya, untuk mengomentari semua
      tulisannnya yang akal akalan

108 respons untuk ‘Pelecehan Sejarah Dan Tarjih Muhammadiyah Oleh Warga NU (Zon Jonggol), Aswaja Sarkub

Tinggalkan Balasan ke Persatuan kebon binatang | Mutiara Zuhud - Letakkan dunia pada tanganmu dan akhirat pada hatimu Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s